Blog

Artikel Berita Info Tips & Trik Uncategorized

Upaya Mengembalikan Kelestarian Hutan

Luas hutan Indonesia nyaris menyaingi hutan Amazon. Tapi, itu dulu sekali.  Kini semakin banyaknya pembabatan hutan secara ilegal dimulai saat awal Orde Baru dengan hanya berbekal surat sakti bernama Hak Pengusahaan Hutan, pengusaha lokal dan mancanegara berlomba membabat jutaan pohon. Cacatnya terletak pada ketidaktahuan beberapa pihak yang kurang memiliki pengetahuan tentang teknik pengelolaan.

Kebijakan pemerintah tentu tidak bisa dilakukan top down karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang  fungsi hutan. Hutan sumber kehidupan karena dari sanalah buah-buahan, kayu, dan hewan bisa diambil. Lebih dari itu, kebanyakan beberapa masyarakat kurang paham tentang relasi hutan dan pemanasan global. Rakyat beranggapan GRK (Gas Rumah Kaca) diproduksi gedung penuh kaca di kota-kota besar. Pemahaman ini keliru sehingga membuat mereka tidak menyadari, asap pembakaran hutan saat membuka lahan, asap dapur, pembakaran jerami habis panen hingga kotoran ternak bagian GRK yang sebenarnya.

Di setiap kegiatan pembentukan hutan sosial , terkesan mereka hanya menjalankan program pemerintah, bukan inisiatif dari dalam diri. Ini bisa dipantau dari tingginya gairah mereka bekerja dalam rentang pelaksanaan program tersebut yang semakin memuncak pada hari-hari terakhir. Namun setelah habis masa pelaksanaan program tersebut, mereka kebingungan melanjutkannya. Tanpa adanya kesadaran masyarakat pentingnya hutan sosial, perlakuan terhadap hutan akan kembali pada pola lama. Ini berarti pemerintah diharap juga melakukan pendampingan berkelanjutan.

Berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk melestarikan hutan:

1.  Melakukan reboisasi

Reboisasi adalah salah satu alternatif untuk melestarikan hutan. Reboisasi itu sendiri adalah menanam kembali hutan-hutan yang sudah rusak yang menyebabkan terjadinya hutan gundul, yang di kira tidak layak lagi untuk di tempati dan digunakan oleh makhluk hidup, sehingga hutan akan tetap terjaga keberadaannya dan tetap bisa digunakan oleh manusia dalam ruang publik kehidupan. Dengan adanya reboisasi tersebut, hutan akan semakin tetap hidup. Selain itu, dengan adanya reboisasi, hutan akan kembali menghijau dan terus menghijau dan akan menjadi lestari dan bersih.

2. Menerapkan sistem tebang-tanam

Sistem ini sangatlah berguna bagi pelestarian hutan yang harus dijalankan. Sistem penebangan hutan yang kemudian diganti dengan menanam hutan yang telah ditebang agar hutan tetap terjaga keberadaannya. Seperti halnya sebuah tanggung jawab dimana setelah dilakukannya penebangan hutan, di tanamnya lagi pohon-pohon agar ada ganti dari proses penebangan tersebut. dengan menanam kembali pula atas apa yang sudah di tebang, maka hutan akan tidak menjadi gundul dan hutan akan tetap terjaga kelestariannya dan akan terhindar dari pemanasan global.

3. Menghemat penggunaan kertas

Di kalangan pemerintahan atau swasta, masih banyak dokumen atau surat-surat yang masih dalam bentuk kertas, maka sudah waktunya beralih menggunakan sistem manajemen persuratan digital. Sistem manajemen persuratan digital merupakan solusi yang efektif untuk dapat menghemat penggunaan kertas. Simara salah satunya. Simara adalah aplikasi e-office masa kini berbasis web yang berfungsi untuk mempermudah proses persuratan dalam dan luar instansi secara aman, hemat, dan cepat. Simara berbasis online sehingga dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Anda bisa mencoba Simara secara GRATIS di sini.

itulah beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian hutan, supaya memberikan dampak positif untuk penyelamatan hutan di Indonesia yang semakin berkurang.

sumber: https://www.qureta.com/post/pelestarian-hutan-dan-hubungannya-dengan-kertas

WhatsApp Konsultasikan di nomor Whatsapp Kami