fbpx

Blog

Artikel Teknologi

Inilah 5 Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia

Sejak perkembangan komputer digital pada tahun 1940-an, telah terbukti bahwa komputer dapat diprogram untuk melakukan tugas yang sangat kompleks, seperti memecahkan teorema matematika atau bermain catur. Di era modern, komputer dapat melakukan tugas yang beragam layaknya manusia berkat teknologi Artificial Intelligence (AI).  

Pengertian Artificial Intelligence

Istilah Artificial Intelligence ditemukan oleh John McCarthy pada tahun 1950. Kala itu John berkata, “Setiap aspek pembelajaran atau fitur kecerdasan lainnya pada prinsipnya dapat dideskripsikan dengan sangat tepat sehingga mesin dapat dibuat untuk mensimulasikannya. Suatu upaya akan dilakukan untuk menemukan cara membuat mesin menggunakan bahasa, abstraksi bentuk, dan konsep, memecahkan jenis masalah yang sekarang disediakan untuk manusia, dan meningkatkan diri mereka sendiri.”

Secara sederhana, kecerdasan buatan (AI) merupakan cabang luas dari ilmu komputer yang berhubungan dengan pembuatan mesin pintar. Artificial Intelligence merupakan teknologi terkini yang mensimulasikan penalaran manusia ke dalam sistem AI. AI dirancang agar dapat melaksanakan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia. AI adalah ilmu interdisipliner dengan berbagai pendekatan. Semua dapat dianggap AI apabila melibatkan program komputer yang bergantung pada kecerdasan manusia.

Penerapan Teknologi AI di Indonesia

Tak banyak yang tahu bahwa di Indonesia penerapan teknologi kecerdasan buatan sudah lama dilakukan. Adapun beberapa bukti nyata penerapan AI, antara lain sebagai berikut.

Snapcart

Didirikan pada tahun 2015, Snapcart merupakan startup Indonesia yang menciptakan aplikasi pemberian cashback kepada pembeli hanya dengan memindai struk atau kuitansi. Meskipun tampak remeh, kegiatan ini memungkinkan perusahaan mengumpulkan data pembelian dalam jumlah besar untuk dianalisis kemudian ditawarkan pada perusahaan besar, seperti Unilever, Johnson & Johnson, Nestle, dan P&G.

Data tersebut dapat digunakan perusahaan untuk mengetahui pergerakan harga ritel, market share suatu produk atau merek, dan performa pricing. Dengan informasi tersebut, perusahaan dapat memenangkan persaingan di dunia bisnis yang makin sengit. Sejauh ini, selain di Indonesia, Snapcart juga beroperasi di Singapura, Filipina, dan Brazil.

Kata.ai

Didirikan pada tahun 2015, Kata.ai merupakan startup yang membangun platform percakapan AI nomor satu di Indonesia sehingga memudahkan siapa saja untuk membuat bot. Mulanya hanya berfokus pada pengembangan chatbot, tetapi kini Kata.ai menyediakan conversational Artificial Intelligence terintegrasi yang dilengkapi fitur integrasi chatbox dengan Customer Service (CS), pengelolaan percakapan, kampanye pemasaran, hingga pengembangan asisten virtual perusahaan maupun berbasis audio.

Penerapan teknologi AI tidak hanya efektif meningkatkan efisiensi, melainkan juga produktivitas, inklusi, dan pendapatan perusahaan. Tak heran jika mitra Kata.ai telah mencapai lebih dari seratus perusahaan yang didominasi pebisnis UMKM, startup, dan korporasi.

Baca juga: Mengenal Jasa Aplikasi Android dan Mengapa Itu Penting untuk Bisnis Anda

BJTech

Menyadari bahwa chatting menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dalam kegiatan bisnis, BJTech hadir untuk memudahkan komunikasi antara penjual dan pembeli. Didirikan pada tahun 2015, BJTech mengembangkan platform yang memudahkan pengguna membuat chatbot untuk keperluan bisnis. Produk pertama BJTech adalah teman virtual dan aplikasi perbankan yang cerdas. Dengan aplikasi tersebut, penjual tak perlu repot membalas chat pembeli. Pembeli juga akan puas karena keluhan dan pertanyaannya dapat terjawab.

Selain chatbot, BJTech juga menyediakan layanan mini website yang dapat digunakan penjual untuk menampilkan produknya. Menariknya, layanan ini memudahkan pembeli melihat produk yang ditawarkan secara detail tanpa harus keluar dari layar chatting. Inilah salah satu alasan BJTech memiliki banyak klien perusahaan besar, termasuk Skyscanner, Uber, dan Zomato.

Sonar

Sonar merupakan startup rintisan Telkom Indonesia melalui program Inkubator Indigo Creative Nation. Didirikan oleh Amien Krisna, Sonar terbilang sukses dan populer. Terbukti dari banyaknya klien Sonar dari perusahaan besar ternama yang membutuhkan layanan pemantauan media digital. Dengan layanan yang ditawarkan Sonar, perusahaan akan lebih mudah mengelola bisnis, memantau media sosial, dan mengukur sentimen konsumen. Tak hanya itu saja, perusahaan juga bisa mendapatkan hasil riset pasar secara otonom dalam waktu relatif singkat.

Nodeflux

Didirikan pada 2016, Nodeflux merupakan perusahaan yang bergerak di bidang video analitik dan AI. Perusahaan yang menggunakan metode deep learning dan machine learning ini didukung oleh Telkom Indonesia dan mendapatkan dana dari East Venture. Nodeflux yang bermitra dengan NVIDIA ini menawarkan layanan analitik video untuk memantau kamera CCTV. Tak hanya itu saja, Nodeflux juga menyediakan layanan pengenalan wajah yang terintegrasi dengan data kependudukan, pemantauan banjir, pembacaan plat nomor kendaraan, dan deteksi sampah.

Demikianlah informasi mengenai penerapan kecerdasan buatan yang perlu Anda ketahui. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa di masa depan Artificial Intelligence akan berkembang lebih pesat dan menjadi salah satu peluang investasi yang menjanjikan. Dengan AI, Anda bisa menganalisis perilaku konsumen, memprediksi kinerja, memperkirakan anggaran, merancang pemasaran, mengurangi downtime, dan meningkatkan produktivitas. Yuk, bagikan informasi ini!

Photo by Possessed Photography on Unsplash

Bagikan artikel ini:

WhatsApp Konsultasikan di nomor Whatsapp Kami